Pengaduan Masuk

25 Juli 2014

Saya pernah baca di koran lokal eks swalayan Bentar mau dibangun mall. Blitar ini kan kota wisata, kenapa tidak dibangun pasar wisata/pasar seni saja di eks bentar seperti pasar seni Sukowati di Bali dan juga wisata kuliner. Wisatawan, apalagi wisatawan asing akan lebih tertarik dengan pasar wisata/pasar seni, wisata kuliner daripada mall. Selain itu barang-barang dan pedagangnya juga dari Blitar. Uang tetap berputar di Blitar, untuk kesejahteraan rakyat Blitar. Coba kalau mall? Saya yakin 90% lebih barangnya dari luar blitar, investornya jg dari luar Blitar. Kalau belanja uang dan keuntungannya lari ke kota besar. Saya sangat bangga dan salut pada walikota Blitar yang cerdas menolak Mall dan menjadikan kota Blitar tanpa mall, bahkan pernah dapat penghargaan kan? Semoga rasa bangga dan salut saya tidak akan berubah


tanggapan :

12 Agustus 2014

Memang benar gedung Dipayana akan dikembangkan menjadi kawasan pusat perbelanjaan/pasar modern di Kota Blitar. Hal demikian berdasarkan kajian pengembangan gedung Dipayana Kota Blitar, dengan mempertimbangkan hal-hal :

1. Dalam rangka menentukan penataan kota guna menangkap peluang pengembangan kota sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya, karakter kota dan kebijakan pembangunan oleh Pemerintah Kota Blitar yang Pro Rakyat.

2. Pengembangan pusat perbelanjaan/pasar modern diharapkan akan mampu menghidupkan kegiatan ekonomi kota yang sangat prospektif dan menjadi kawasan yang mampu menarik minat investasi bagi pembangunan ekonomi kota.

3. Perancangan kawasan menjadi sebuah kawasan strategis kota untuk mengakomodasi minat investasi di wilayah Kota Blitar.

4. Bahwa pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, hanya yang membedakan adalah sistem pembayaran penjual dan pembeli tidak bertransaksi langsung, melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum pada barang (barcode).

Berdasarkan hasil kajian pengembangan gedung Dipayana Kota Blitar menjadi pasar modern layak untuk dilaksanakan karena rencana proyek menghasilkan NPV (Nett Present Value) positip dan IRR (Internal Rate of Return) diatas suku bunga yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan tingkat kelayakan dari rencana proyek tersebut ditunjukan oleh hasil akhir proyeksi keuangan selama periode 2016 s/d 2035.

- NPV : Rp. 37.634.098.787,00
- IRR : 19,01 %



BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH